Ada fakta menarik bila membandingkan komposisi klasemen Premier
League pada awal Maret musim ini dengan musim lalu. Komposisi lima tim
teratas pada periode tersebut dihuni oleh tim yang sama. Selain diisi
duo Manchester, persaingan papan atas juga diramaikan trio London, yakni
Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Arsenal.
Meski komposisinya sama, ada beberapa perubahan dalam peta
persaingan. Manchester City yang musim lalu berada di puncak kali ini
harus merelakan takhtanya kepada tetangga sekota, Manchester United.
Faktor pembeda lainnya adalah tingkat persaingan juara yang lebih
renggang.
Musim lalu, jarak antara Man. City dan Man. United di posisi satu dan
dua hanya dua poin. The Citizens mendulang 66 poin, sedangkan Red
Devils mengoleksi 64 angka. Bahkan, ketatnya persaingan terjadi sampai
pekan terakhir. Keberhasilan Man. City tampil sebagai juara disebabkan
keunggulan selisih gol atas Man. United.
Beda halnya dengan musim ini. Memasuki awal Maret, Red Devils bisa
duduk dengan nyaman di puncak klasemen berkat keunggulan 12 poin atas
The Citizens. Alhasil, tim asuhan Sir Alex Ferguson tersebut diramal
bakal meraih gelar juara liga yang ke-20. Sebab, dengan hanya
mengantongi 59 angka, sulit bagi Man. City mengejar perolehan poin Man.
United yang sudah mengoleksi 71 poin.
Selisih poin yang besar dengan peringkat kedua diyakini bakal
memuluskan langkah Man. United. Sejak era Premier League, setidaknya ada
lima kasus ketika tim pemuncak klasemen pada awal Maret unggul dua
digit atas rivalnya. Hasilnya, mereka berhasil mengakhiri musim dengan
status juara
Sumber: DuniaSoccer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar