Jumat, 26 April 2013

El Derbi Madrileno: Asa 14 Tahun

Atletico akan menjamu Real Madrid pada akhir pekan ini. (Foto: Getty Images)
Atletico akan menjamu Real Madrid pada akhir pekan ini. (Foto: Getty Images)
Melakoni sebuah laga derby  bagi Atletico Madrid ibarat sebuah perjuangan mahaberat. Bagaimana tidak, Real Madrid yang akan dihadapi akhir pekan ini merupakan kolektor gelar liga terbanyak sepanjang sejarah. Kekuatan mereka pun selalu stabil berkat kemampuan finansial dalam mendatangkan pemain bintang ke Santiago Bernabeu.
Perbedaan kualitas pemain itu membuat rekor pertemuan Atletico saat bersua Madrid terbilang buruk. Sejak kembali ke Liga BBVA usai dua musim tampil di kasta kedua (2000-2002), Los Colchoneros tak pernah menang di Stadion Vicente Calderon. Bahkan, terakhir kali mereka menang di laga El  Derbi Madrileno  kala dihelat di Vicente Calderon terjadi pada 12 Juni 1999. Saat itu, Juninho Paulista cs menang 3-1 pada jornada ke-37 Liga BBVA 2008-09.
Setelah itu, hasil maksimal yang diraih Los Colchoneros saat melakoni derby  di kandang sendiri adalah seri. Hasil itu pun hanya tecipta dua kali yakni pada 1999-00 dan 2006-07 saat Atletico mampu menahan Madrid dengan skor 1-1.
Beruntung, untuk musim ini kepercayaan diri para pemain Atletico sudah mulai tumbuh. Hal ini tak lepas dari grafik performa mereka yang terus meningkat dalam setahun terakhir sejak ditangani Diego Simeone pada Desember 2011. Bahkan, Simeone langsung mempersembahkan trofi Liga Europa dan Piala Super Eropa hanya dalam tempo enam bulan saja.

Sumber: DuniaSoccer

Adem Ljajic, Sosok Religius

Adem Ljajic merupakan seorang yang religius. (Foto: Nazif - Soccer)

Adem Ljajic  lahir  di Novi Pazar, daerah Distrik Raška yang berada di selatan Serbia. Daerah ini kuat dengan kultur masyarakat Bosnia. Sebagian penduduk kota tersebut beragama Islam. Termasuk keluarga Ljajic.
Sejak kecil, Ljajic dibesarkan di lingkungan keluarga muslim yang taat. Hal itu membawa pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangannya. Dalam sebuah wawancara, Ljajic mengakui ajaran Islam selalu dijalankannya. Termasuk ketika melakoni ibadah puasa Ramadan. “Semua berjalan dengan baik,” terang dia.
Ketaatan terhadap agama kerap ditunjukkan Ljajic kepada publik. Misalnya, sebelum pertandingan, dia selalu berdoa dengan menengadahkan tangan, khas muslim, seperti yang juga dilakukan Franck Ribéry.
Selain taat beragama, Ljajic juga peduli pada umat sesama. Pada saat akan dipanggil timnas Serbia di laga persahabatan kontra Spanyol, medio tahun lalu, dia menolak menyanyikan lagu kebangsaan Serbia. Penolakan itu membuat dia dicoret oleh pelatih Sinisa Mihajlovic.
Rumor yang berkembang, penolakan menyanyikan lagu itu lantaran di kecewa terhadap pemerintah Serbia yang kurang memperhatikan kelompok muslim di daerah asalnya.“Aku minta maaf. Aku cinta Serbia, tapi aku harus menghormati kepercayaanku. Aku selalu ingin bermain untuk negara ini. Pelatih Mihajlovic memintaku untuk menyanyikan lagu nasional, tapi bila Anda tak menghormatiku Anda sendiri, maka tak ada yang akan menghormati Anda,” kata dia.

Sumber: DuniaSoccer

Casillas Seperti Bocah Yang Menunggu Debut

Iker Casillas menunggu kesempatan. (Getty Images)

Kabar perselisihan antara Jose Mourinho dengan Iker Casillas semakin mencuat. Apalagi, belakangan Mourinho itu masih enggan memainkan Casillas di bawah mistar gawang Real Madrid. Casillas sendiri sejauh ini masih cuek dengan segala isu tersebut.
Bagi Casillas, terpenting adalah kepentingan klub. Dan soal nasibnya, dia sadar keputusan mutlak bukan berada di tangannya, melainkan pelatih.
"Hubungan profesional kami sangat saling menghargai. Namun secara personal, jelas kami tak punya relasi serupa.Xabi Alonso mengatakan hal serupa dan aku tak merasa kami perlu berputar di tempat yang sama. Aku terus mengatakan, kepentingan tim di atas segalanya," tegas Casillas.
Sejak merasa sembuh dari cedera, Casillas tak lagi mendapat kesempatan bermain. Posisinya disingkirkan kiper anyar, Diego Lopez. Namun, Casillas berjanji akan profesional bersaing memperebutkan posisinya lagi.
"Aku merasa sudah siap tampil. Aku selalu tak mendapat posisi dari pelatih dan tetap membantu tim, tapi orang lain yang memutuskan, bukan aku. Aku senang karena selama beberapa bulan lenganku sudah semakin baik. Sekarang yang perlu kulakukan adalah menunggu kesempatan dan memanfaatkannya ketika datang," sambungnya.
"Setelah tiga bulan tak bermain, sekarang aku seperti bocah yang menunggu kesempatan debut. Namun, ini bagus untuk Diego, karena aku akan mengancam dan dia tak bisa bersantai. Dia melalui masa bagus. Dia banyak membantu tim," pungkas Casillas.

Sumber: DuniaSoccer

Gol Telat Luiz Antar Chelsea Kalahkan Basel di St. Jakob-Park

Chelsea berhasil mencuri kemenangan pada leg I babak semifinal Liga Europa di kandang FC Basel. Melalui laga dramatis, gol David Luiz membuat The Blues pulang mengantongi keunggulan 2-1.
Meski bertindak sebagai tim tamu, Chelsea lebih dulu menyengat. Serangan bertubi langsung dilancarkan skuad asuhan Rafael Benitez ke lini belakang Basel.
Bahkan, The Blues sudah berhasil unggul cepat saat laga baru berjalan 12 menit. Memanfaatkan sepak pojok Frank Lampard, Branslav Ivanovic menyambar bola dengan kepala sebelum dibelokkan oleh Victor Moses. Gawang Yann Sommer pun bergetar.
Gol itu membuat semangat juang Chelsea kian meninggi. Upaya menambah keunggulan terus dilakukan. Pada menit ke-36, Torres punya peluang emas yang sialnya masih digagalkan Sommer.
Pun peluang Ramires yang kembali ditepis sang kiper tiga menit berselang. Skor 1-0 untuk Chelsea akhirnya bertahan hingga laga jeda.
Pada babak kedua, Basel mulai meningkatkan tempo permainan. Anak asuh Murat Yakin ini mulai mendapat angin segar hingga mampu mengimbangi tekanan tim tamu.
Pada menit ke-54, Chelsea kembali memperoleh kesempatan emas. Aksi Eden Hazard menusuk ke dalam kotak penalti dilanjutkan umpan silang ke arah Torres. Sial bagi Torres, bola sepakan kaki kirinya hanya menerpa sisi kanan tiang gawang Sommer.
Petaka bagi Chelsea akhirnya hadir pada menit ke-87. Serangan cepat Basel membuahkan hasil saat Cesar Azpilicueta divonis melanggar Valentin Stocker di dalam kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih. Fabian Schar yang ditunjuk sebagai algojo denga sempurna menjebol gawang Petr Cech.
Saat laga seolah akan berakhir imbang, David Luiz muncul sebagai penentu. Publik St, Jakob Park terdiam saat bola tendangan bebas Luiz melesak mulus ke dalam gawang Sommer. Chelsea pun mengakhiri laga dnegan kemenangan 2-1.
Hasil ini membuat langkah Chelsea kian mudah demi asa melaju ke babak final. Paslanya, pada leg II, mereka akan gantian menjamu Basel di Stadion Stamford Bridge.
Susunan Pemain
Basel: Sommer; Degen (Salah 78), Schar, Dragovic, Park; F. Frei; Salah, Serey Die (Diaz 61), El Nenny (Zoua), Stocker; Streller.
Chelsea: Cech; Azpilicueta, Ivanovic, Terry, Cole; Luiz, Lampard (Oscar 79); Ramires, Hazard (Mata 71), Moses; Torres.
Statistik
Ball-possessions: 61%-39%
Total shots: 12-16
Shots on target: 4-6
Corner: 8-8
Offside: 2-1
Pelanggaran:
Kartu kuning: Dragovic 70, Salah 81, Schar 89 (Basel) - Cole 69, Luiz 83 (Chelsea)
Kartu merah: -

Sumber: DuniaSoccer

Jumat, 12 April 2013

Carlos Tevez, Sang Pembunuh Chelsea

Stiker asal Argentina, Carlos Tevez, merupakan salah satu striker yang penampilannya paling mengilap bersama Manchester City sepanjang musim ini. Dari 27 laga di ajang Premier League, Carlos Tevez sudah menjaringkan 10 gol. Jumlah ini sama dengan torehan Sergio Aguero dan hanya kalah dari Edin Dzeko yang mengemas 12 gol.
Akan tetapi, ada faktor lain yang membuat Tevez bakal diandalkan oleh manajer Man. City, Roberto Mancini, saat menghadapi Chelsea. Dia terbilang sering menjebol gawang The Blues. Selama berkiprah di Premier League, dia sudah mencetak delapan gol dari 11 pertemuan.
Gol-gol tersebut ditoreh bersama tiga klub berbeda, yakni West Ham United, Manchester United, dan Man. City. Kalau dibandingkan, rekor terbaik dibuat bersama The Citizens. Sejak bergabung ke Stadion Etihad pada 2009-10, Tevez mengemas enam gol dari tujuh penampilan. Selain itu, Tevez juga belum pernah merasakan kekalahan dari Chelsea saat membela Man. City.
Fakta tersebut membuat Tevez bakal menjadi sorotan saat kedua tim kembali bertemu di semifinal Piala FA, Minggu (14/8) nanti. Kalau tidak diantisipasi dengan baik, bukan mustahil dia kembali menorehkan luka untuk The Blues.

Sumber: DuniaSoccer

Europa League: Meski Kalah, Chelsea Tetap Lolos Ke Semi-FInal

Hasil kurang baik didapat Chelsea kala bekunjung ke markas Rubin Kazan, (11/4), Sempat unggul dua kali, The Blues harus rela pulang mengantongi kekalahan 2-3. Meski begitu, Chelsea tetap berhak lolos ke babak semifinal dengan mengantongi keunggulan agregat 5-4.
Chelsea yang menyambangi Rubin dengan modal kemenangan 3-1 di Stamford Bridge, tampil begitu percaya diri. Bahkan, laga baru berjalan lima menit, juara bertahan Liga Champions ini sudah mampu membuka skor melalui Fernando Torres.
Namun, gol cepat itu tak lantas membuat Rubin patah arang. Tuan rumah coba meningkatkan tekanan dan coba mengimbangi permainan tim tamu. Namun, hingga jeda, mereka masih belum berhasil menjebol gawang Chelsea.
Baru pada babak kedua upaya Rubin membuahkan hasil. Marcano mengubah skor menjadi 1-1 usai menyambar umpan matang gelandang Spanyol, Pablo Orbaiz.
Akan tetapi, Chelsea kembali bereaksi positif menyambut gol penyeimbang itu. Empat menit berselang, giliran Victor Moses yang ikut mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan assist Ramires.
Akan tetapi, perjuangan Chelsea hanya sampai di situ. Rubin mampu menambah dua gol menjealang laga berakhir. Gokdeniz Karadeniz membuat skor kembali imbang pada menit ke-62. Sebelum penalti Bibras Natcho kembali memaksa Petr Cech memungut bola dari gawangnya.
Cgelsea pun tak sanggup mengejar ketinggalan 2-3 itu dan harus rela pulang dengan kekalahan. Meski begitu, Chelsea tetap berhak ke semifinal setelah mengantongi keunggulan agregat 5-4.

Sumber: DuniaSoccer