Rabu, 23 April 2014

Fans Chelsea: Costa, Kita akan Bertemu Tahun Depan!

Striker Atletico Madrid, Diego Costa, sangat berambisi menyingkirkan Chelsea dari Liga Champions musim ini. Ujung tombak Los Rojiblancos itu tampil ngotot dan kerap terlibat duel dengan para pemain pertahanan Chelsea pada leg pertama semifinal UCL yang digelar di Vicenter Calderon, Rabu, 23 April 2014.

Sayang, pemain berusia 25 tahun itu gagal menembus tembok The Blues. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga wasit meniup pluit panjang tanda laga usai.

Meski berperan "antagonis" di daerah pertahanan Chelsea, Costa justru mendapat sambutan hangat dari fans lawan. Dilansir Dailymail, sebagian memilih bertahan di bangkunya dan bernyanyi saat Costa lewat. "Diego Costa, kami akan menemuimu, tahun depan," teriak fans Chelsea dari bangku tribun penonton.

Mendengar namanya dipanggil, Costa membalasnya dengan lambaian tangan ke arah suporter The Blues. Dia juga bertepuk tangan ke arah suporter tim tamu.

Seperti diketahui, Costa merupakan salah satu pemain incaran manajer The Blues, Jose Mourinho pada bursa transfer musim panas nanti. Gaya bermain dan kemampuannya membobol gawang lawan sesuai dengan kriteria The Special One.

Dalam dua musim terakhir, Costa memang menunjukkan peningkatan performa secara signifikan. Usai mencetak 20 gol bagi Atletico pada musim 2012/13 lalu, pemain berusia 25 tahun telah menorehkan 35 gol jelang berakhirnya musim ini.

Atas performa ciamkin ini, Costa pun diburu sejumlah klub. Namun, klub yang disebut-sebut paling serius adalah Chelsea, yang memang tengah membutuhkan sosok striker bernaluri "membunuh" guna menggantikan Fernando Torres.

Sumber: VIVABola

Mourinho Ingin Mainkan Skuad Lapis Kedua di Liverpool

Manajer Chelsea, Jose Mourinho, tengah mempertimbangkan memainkan skuad lapis kedua saat bertandang ke Stadion Anfield, markas Liverpool , pada Minggu (27/4). Pasalnya, Mourinho ingin mengoptimalkan para pemain kunci untuk leg kedua babak semifinal Liga Champions.
Dengan modal skor imbang tanpa gol pada leg 1 di markas Atletico Madrid, Vicente Calderon, Chelsea berpeluang besar melenggang ke final. Pasalnya, leg kedua akan digelar di kandang mereka, Stamford Bridge.
Akan tetapi, Mourinho sedikit dilanda dilema. Dia harus memilih prioritas antara laga penting di Premier League, kontra Liverpool, atau leg kedua melawan Atletico.
Secara pribadi, Mourinho sejatinya lebih memilih laga kontra Atletico sebagai prioritas. Dengan demikian, dia pun siap mengistirahatkan para pemain kunci saat bertandang ke Anfield . Akan tetapi, dia tak bisa membuat keputusan sendiri. Apalagi, kemenangan di Anfield bisa menghidupkan peluang juara Chelsea di Premier League.
"Saya tidak bisa memutuskan sendiri. Saya pikir, untuk keputusan itu, saya harus mendengarkan klub. Saya cuma kepingan, hanya manajer, dan tidak lebih dari itu. Saya harus mendengarkan klub. Saya pikir fakta bahwa pertandingan pada hari Minggu menempatkan masalah tidak di tangan saya," ucap Mourinho.
Satu alasan yang memberatkan Mourinho untuk memilih Liga Champions adalah fakta bahwa Chelsea menjadi wakil Inggris tersisa di Eropa.
"Kami mewakili sepak bola Inggris dan kami satu-satunya tim Inggris (tersisa) di kompetisi Eropa. Spanyol memiliki empat wakil dan membuat mereka leluasa mencoba untuk meraup sukses. Saya tahu apa yang akan saya lakukan, tapi saya bukan klub. Saya harus berbicara dengan klub. Saya ingin tampil dengan para pemain yang tidak akan bermain pada Rabu  (leg kedua semifinal)," tandas dia.
Meski baru sekadar rencana, di Anfield, Mourinho sejatinya sudah pasti tak bisa memainkan dua pilar andalan, Petr Cech dan John Terry, yang mengalami cedera. Namun, Frank Lampard bisa dioptimalkan karena tak bermain pada leg kedua melawan Atletico.

Rencana Chelsea Berantakan di Vicente Calderon

Manajer Chelsea Jose Mourinho sejatinya tak mempertimbangkan hasil imbang 0-0 saat bertandang ke markas Atletico Madrid, (22/4). Namun, situasi tak terduga pada laga di Vicente Calderon itu membuat rencana Mourinho berantakan .
Pada laga itu, Chelsea harus kehilangan kiper Petr Cech sejak awal laga akibat mengalami dislokasi bahu. Mourinho juga tak bisa memainkan Samuel Eto'o dan Eden Hazard akibat cedera. Alhasil, Mourinho pun memilih bermain aman pada leg 1 babak semifinal Liga Champions itu.
"Kami tidak memulai laga dengan berpikir akan bermain imbang 0-0. Tapi permainan berjalan dengan arah tertentu, di mana Anda merasa harus mencari aman, tidak kebobolan, dan mencoba untuk mencetak gol dalam salah satu dari beberapa peluang yang Anda buat," tutur Mourinho.
"Jika kami bisa mencetak satu gol dalam salah satu situasi, hasilnya akan sangat baik. Namun, kami tidak berhasil. Kami mengakhiri laga dengan hasil yang membuat segala sesuatu harus diputuskan di Stamford Bridge," imbuhnya.
Mourinho pun menyesali banyaknya pemain pilar yang cedera. Akan tetapi, dia juga memuji karakter para pemain yang sejatinya jarang mendapat kesempatan bermain.
"Kami memiliki masalah sebelum pertandingan, juga selama pertandingan, kami kehilangan empat pemain selama pertandingan, dua karena cedera, dua kartu kuning, tapi kami akan berjuang. (Branislav) Ivanovic kembali (dari skorsing), Mark Schwarzer menunjukkan bahwa kami bisa percaya padanya. Pemain yang tidak banyak tampil, seperti misalnya Ashley Cole, (menunjukkan) kinerja yang luar biasa," puji dia.

Sumber: DuniaSoccer